Awalan yang menarik!!!
Sebuah pesan singkat yang mengajakku tuk berkenalan, aku tak tau harus membalas atau membiarkannya begitu saja. Dalam prinsipku, aku harus selalu menghargai seseorang. Sebuah tekad yang sangat kuat membalas pesan singkat itu dengan singkat,, yaaahhhh sangatlah singkat...
Aku selalu bertanya, kamu itu siapa? Mengapa kamu seolah-olah pernah bertemu denganku?
Pelan-pelan kamu mencoba untuk membuat ingatanku kembali. Mungkin memang benar, kita pernah bertemu dalam kegiatan itu. Tapi tak seorang pun yang ku kenal saat itu? Aku mulai berfikir, apakah dia adalah orang yang sering aku perhatikan? Rasanya tidak mungkin. Aku mulai lelah dengan semua ini, Tuhan membiarkanku untuk menghilang dari kehidupannya. Hari demi hari ku lalui tanpa sebuah pesan singkat darinya.
Waktu mempertemukan kita kembali dalam kegiatan yang sama. Tiga bulan lamanya, saat dimana aku sudah benar- benar lupa dengan pesan singkat itu. Tiba- tiba aku mendengar suara yang memanggil namaku, aku pun mencoba membalikkan tubuhku kebelakang untuk melihat pemilik suara tersebut. Dan akhirnya aku mengetahui siapa pemilik pesan singkat itu. Sungguh aku tidak percaya. Oh Tuhan??? Ternyata memang benar dia adalah orang yang sering aku perhatikan dulu. Kaget? Sesal? Itulah yang kurasakan, penyesalan yang sangat kusesali. Sungguh aku tak menyangka. Ingin rasanya waktu ku putar ulang kembali, saat dimana dirimu selalu mengisi hari-hari ku dengan sebuah pesan singkatmu.
Aku tak begitu menikmati perjalanan bersamamu, dalam pikiranku hanya ada rasa penyesalan. Aku hanya duduk manis dan terdiam sama sepertimu. Saat tiba di tempat tujuan, aku tak mau pisah denganmu, aku selalu berjalan di dekatmu. Aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu yang kedua kalinya. Nyaman? Yahh aku mulai merasakan kenyamanan, kamu selalu membuat ku tertawa dengan kekonyolanmu. Rasa takutku seketika hilang karena kamu selalu berada disampingku menemaniku, hingga aku terlelap.
Pagi hari sebelum matahari terbit tak ku sangka aku melihat wajahmu. Senang? Iya, aku sangat senang walau hanya melihat wajahmu. Aku hanya bisa berharap ini bukanlah yang pertama dan terakhir, tapi ini yang akan aku rasakan tiap harinya. Menunggu terbitnya matahari di pinggir pantai bersamamu, hal yang indah bukan?
