Bersamamu...
Tangisanku terurai dengan tawa..
Dukaku akan terpecah dengan kebahagiaan..
Hingga air mata ini jatuh dan kamulah yang menghapusnya...
Dan saat itu aku merasa yang tak pernah aku rasakan...
Aku tak tahu seberapa lamakah kita bersama?
Tapi aku yakin hanya waktu yang dapat memisahkan, sering kali aku berdoa dan berharap agar kita tetap satu. Dengan begitu hatiku selalu tenang. Kamu masuk ke dalam kehidupanku dengan sempurna, memberikanku pelangi yang sudah lama tak pernah kurasakan. Dan butiran air mata yang tak pernah lagi mengalir membasahi pipiku. Yahhhhhh inilah yang kurasakan saat ini... Sebuah kebahagiaan
Waktu terus berjalan begitu indah, hingga tiba saatnya aku tak sadar akan perpisahan..
Waktu yang tak bertahan begitu lama, hanya sekejap saja kamu mengubah semuanya, dari sebuah mimpi indah menjadi mimpi buruk bagiku. Sakit? Pedih? Tak Percaya? Yahhhhh itulah yang kurasa,
sementara kamu? Kamu tak peduli dengan kesakitanku..
Batinku slalu ingin berkata "TIDAK" tapi apalah dayaku takdir telah menentukan untuk berpisah..
Jujur saja aku masih tak percaya, secepat ini kamu mengakhiri semuanya. Takkan ada seseorang yang mampu menjalani sebuah perpisahan
Termasuk aku...
Kamu meninggalkan aku tanpa alasan yang kuat, sungguh aku tak percaya sebuah alasan yang kamu berikan kepadaku...
Pikirku? Apa ini adalah sebuah permainanmu? Dan aku? Aku terlalu bodoh, terjebak dalam sebuah permainanmu. Jika itu memang benar. Untuk apa? Untuk apa kamu datang dan berani mengatakan cinta dan sayang kepadaku? Agar semua orang bilang kamu HEBAT? Yahhh kamu hebat aku salut dengan kamu, betapa mudahnya kamu masuk dalam kehidupanku, dan sekarang semudah itu kamu meninggalkanku membuat luka yang begitu dalam...
Kenapa harus aku? Kenapa? Kenapa harus aku yang merasakan ini semua? Kenapa bukan orang lain saja? Dan sekarang, aku? Aku hanya bisa menangis sekeras-kerasnya, hingga aku tak mampu mendengar suara tangisanku sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar