Senin, 17 September 2018

Mengenangmu

Mengenangmu, itu menyakitkan.
Bukan hal yang mudah bagiku...
Saat aku dan kamu masih bersama,
Kamu selalu membuatku merasa nyaman dan bahagia...
Suatu hal yang selalu aku nantikan..
Suatu hal yang selalu membuatku tertawa..
Suatu hal yang sangat menyenangkan bagiku..
Tapi itu dulu,
Saat kamu masih ada di dunia...



Seseorang yang selalu mengajariku banyak hal tentang kehidupan, kini telah pergi untuk selama-lamanya. Walaupun usianya lebih muda dariku, tapi sikap dewasanya yang selalu mengajariku dan selalu ingin menjagaku benar-benar tulus yang selalu ku dapatkan dalam jiwanya. Sekarang, aku tak bisa lagi mendapatkan semua darinya, mulai dari perhatian, canda tawa, kenyamanan, dan semua ketulusannya. Tak ada lagi seseorang yang menemaniku disaat aku lagi kesepian.

Semenjak sebuah kecelakaan yang sangat hebat, yang membuat luka-luka dan memar seluruh tubuhnya hingga mengambil nyawanya. Seluruh tubuhku terpaku lemah saat aku menerima kabar itu. TIDAK!! Itu adalah sebuah mimpi buruk bagiku. Hari-hariku terjadi begitu saja. Tak ada lagi senyuman yang terukir di wajahku. Semua suka cita yang selalu kurasakan disetiap waktu kosong dalam hari-hariku kini berubah menjadi duka cita yang menyakitkan bagiku.

Tuhan mengapa harus aku yang merasakan semua ini??i
Kenapa bukan orang lain saja yang merasakannya??
Mengapa harus aku merasakan ketidakadilan yang benar-benar terjadi dalam kehidupanku??
Dimanakah janjimu yang mengatakan "Semua akan indah pada waktunya"??
Kapankah waktu yang Engkau janjikan itu??

Genap 4 tahun sudah, aku hidup seorang diri tanpamu. Aku masih merasa sendiri walau aku berada ditengah keramaian. Aku masih merasakan sakit yang begitu dalam walau aku berada di tengah canda tawa para sahabatku dan teman-temanku. Mengapa Engkau terlalu lama membiarkan  aku larut dalam kesedihanku??? Padahal kalau dihitung-hitung, aku memiliki lebih dari sepuluh sahabat yang selalu ada untuk menghiburku dan ratusan teman yang seharusnya bisa mengisi kekosongan dalam hidupku. Tapi... Entah mengapa aku tak tahu apa yang membuatku buta akan keberadaan mereka.

Yaa.. Malam ini adalah malam yang terberat bagiku yang selalu kulewati setiap tahunnya. Kadang aku bisa untuk merelakan kepergiannya, tapi itu hanya sesaat. Tuhan.. Kenapa hati ini TIDAK mampu untuk melakukan semua ini? Kenapa aku merasa sangat SULIT untuk sabar dan mengikhlaskannya untuk pergi? Hanya air mata kerinduan yang terus mengalir dipipiku saat malam telah tiba dan aku merasa sendiri..

Aku tidak mampu dan mungkin saja aku tidak akan pernah mampu untuk menjadi seorang wanita yang kuat seperti harapan orang-orang disekitarku yang menyayangiku.


Sabtu, 20 Januari 2018

Harapanku

Ada pelangi setelah hujan,
Ada tawa setelah air mata,
Ada canda setelah serius, dan
Ada rindu setelah pisah....

Pelangi yang kunanti,
Saat hujan mulai redah dan pelangi yang memunculkan sedikit senyuman. Ketika langit telah meneteskan butiran air. Dan ketika aku mulai berharap, tatapan tajam menghampiriku. Hari demi hari. Detik demi detik. Sebuah harapan yang kunanti, akhirnya terkabul.
Kamu Datang! Kamu datang membawa kebahagiaan untukku. Menggoreskan warna warni dalam kehidupanku. Rasanya semua terjadi begitu cepat. Sampai akhirnya, aku tak tahu perasaan ini tumbuh melebihi batas yang ku tahu.

Sebuah tatapan matamu yang sangat tajam saat menatap mataku. Dan sebuah kenyamanan yang kamu berikan padaku. Setiap hari, ku sempatkan waktuku untuk membaca isi pesan singkat darimu. Tawa kecilmu, ejekan darimu, dan candaanmu membuatku tersenyum diam-diam. Kamu selalu ada disampingku dan membuatku tertawa dikala aku meneteskan air mata. Aku tak tahu mengapa kamu lakukan semua itu kepadaku? Kamu seakan-akan memperlakukanku layaknya aku kekasihmu.

Apakah kamu merasakan hal yang sama dengan apa yang kurasakan??? Jika itu memang benar, apakah aku pantas untukmu? Seberapa pentingkah aku dimatamu? Apakah aku adalah seseorang yang paling beruntung memilikimu? Mengapa kamu membuatku menunggu terlalu lama? Yahh... Terlalu lama. Apa susahnya untuk bilang cinta dan sayang padaku??
Terlalu banyak pertanyaan yang ada dipikirkanku.

Kamu sangat pandai mengendalikan hati dan pikiranku. Hingga saat ini, yang kurasa hanyalah sebuah ketakutan. Aku menjadi takut untuk kehilanganmu. Sangat sulit untukku jauh darimu. Aku membutuhkanmu seperti aku membutuhkan udara yang sejuk. Nafasku akan berhenti jika kamu hilang dari pandangan mataku. Mengapa aku bisa seperti ini? TiDAK!!! Siapa aku? Kekasihmu? Yaaa.... Tentu saja bukan. Bodoh!! Aku bukan siapa-siapamu.

Aku hanyalah seorang temanmu yang berharap menjadi kekasihmu dan memilikimu seutuhnya...



Minggu, 17 September 2017

Tak Ku Sangka

Awalan yang menarik!!!
Sebuah pesan singkat yang mengajakku tuk berkenalan, aku tak tau harus membalas atau membiarkannya begitu saja. Dalam prinsipku, aku harus selalu menghargai seseorang. Sebuah tekad yang sangat kuat membalas pesan singkat itu dengan singkat,, yaaahhhh sangatlah singkat...

Aku selalu bertanya, kamu itu siapa? Mengapa kamu seolah-olah pernah bertemu denganku?
Pelan-pelan kamu mencoba untuk membuat ingatanku kembali. Mungkin  memang benar, kita pernah bertemu dalam kegiatan itu. Tapi tak seorang pun yang ku kenal saat itu? Aku mulai berfikir, apakah dia adalah orang yang sering aku perhatikan? Rasanya tidak mungkin. Aku mulai lelah dengan semua ini, Tuhan membiarkanku untuk menghilang dari kehidupannya. Hari demi hari ku lalui tanpa sebuah pesan singkat darinya.

Waktu mempertemukan kita kembali dalam kegiatan yang sama. Tiga bulan lamanya, saat dimana aku sudah benar- benar lupa dengan pesan singkat itu. Tiba- tiba aku mendengar suara yang memanggil namaku, aku pun mencoba membalikkan tubuhku kebelakang untuk melihat pemilik suara tersebut. Dan akhirnya aku mengetahui siapa pemilik pesan singkat itu. Sungguh aku tidak percaya. Oh Tuhan??? Ternyata memang benar dia adalah orang yang sering aku perhatikan dulu. Kaget? Sesal? Itulah yang kurasakan, penyesalan yang sangat kusesali. Sungguh aku tak menyangka. Ingin rasanya waktu ku putar ulang kembali, saat dimana dirimu selalu mengisi hari-hari ku dengan sebuah pesan singkatmu.

Aku tak begitu menikmati perjalanan bersamamu, dalam pikiranku hanya ada rasa penyesalan. Aku hanya duduk manis dan terdiam sama sepertimu. Saat tiba di tempat tujuan, aku tak mau pisah denganmu, aku selalu berjalan di dekatmu. Aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu yang kedua kalinya. Nyaman? Yahh aku mulai merasakan kenyamanan, kamu selalu membuat ku tertawa dengan kekonyolanmu. Rasa takutku seketika hilang karena kamu selalu berada disampingku menemaniku, hingga aku terlelap.

Pagi hari sebelum matahari terbit tak ku sangka aku melihat wajahmu. Senang? Iya, aku sangat senang walau hanya melihat wajahmu. Aku hanya bisa berharap ini bukanlah yang pertama dan terakhir, tapi ini yang akan aku rasakan tiap harinya. Menunggu terbitnya matahari di pinggir pantai bersamamu, hal yang indah bukan?


Rabu, 23 Agustus 2017

Hal yang tak kuinginkan

Bersamamu...
Tangisanku terurai dengan tawa..
Dukaku akan terpecah dengan kebahagiaan..
Hingga air mata ini jatuh dan kamulah yang menghapusnya...
Dan saat itu aku merasa yang tak pernah aku rasakan...

Aku tak tahu seberapa lamakah kita bersama?
Tapi aku yakin hanya waktu yang dapat memisahkan, sering kali aku berdoa dan berharap agar kita tetap satu. Dengan begitu hatiku selalu tenang. Kamu masuk ke dalam kehidupanku dengan sempurna, memberikanku pelangi yang sudah lama tak pernah kurasakan. Dan butiran air mata yang tak pernah lagi mengalir membasahi pipiku. Yahhhhhh inilah yang kurasakan saat ini... Sebuah kebahagiaan

Waktu terus berjalan begitu indah, hingga tiba saatnya aku tak sadar akan perpisahan..
Waktu yang tak bertahan begitu lama, hanya sekejap saja kamu mengubah semuanya, dari sebuah mimpi indah menjadi mimpi buruk bagiku. Sakit? Pedih? Tak Percaya? Yahhhhh itulah yang kurasa,
sementara kamu? Kamu tak peduli dengan kesakitanku..
Batinku slalu ingin berkata "TIDAK" tapi apalah dayaku takdir telah menentukan untuk berpisah..

Jujur saja aku masih tak percaya, secepat ini kamu mengakhiri  semuanya. Takkan ada seseorang yang mampu menjalani sebuah perpisahan
Termasuk aku...
Kamu meninggalkan aku tanpa alasan yang kuat, sungguh aku tak percaya sebuah alasan yang kamu berikan kepadaku...

Pikirku? Apa ini adalah sebuah permainanmu? Dan aku? Aku terlalu bodoh, terjebak dalam sebuah permainanmu. Jika itu memang benar. Untuk apa? Untuk apa kamu datang dan berani mengatakan cinta dan sayang kepadaku? Agar semua orang bilang kamu HEBAT? Yahhh kamu hebat aku salut dengan kamu, betapa mudahnya kamu masuk dalam kehidupanku, dan sekarang semudah itu kamu meninggalkanku membuat luka yang begitu dalam...

Kenapa harus aku? Kenapa? Kenapa harus aku yang merasakan ini semua? Kenapa bukan orang lain saja? Dan sekarang, aku? Aku  hanya bisa menangis sekeras-kerasnya, hingga aku tak mampu mendengar suara tangisanku sendiri.



Cerita Kita

Awalnya Aku tak tahu Kamu siapa..
Kamu pun tak tahu Aku ini siapa..
Waktu yang mempertemukan kita,
hingga kita tak sadar sejak perkenalan itu.
Hari demi hari kita lalui bersama,
menikmati hidup hingga mewarnai hidup
seperti pelangi yang indah setelah hujan..
Indah bukan?

Kita selalu bersama, bermain, bercanda, tertawa,
hingga sebuah pertengkaran kecil.
Tak masalah kali yahhhhh...
Kadang kita selalu berfikir bagaimana mungkin kita bisa sedekat ini?
Hingga kebanyakan orang diluar sana yang irih dengan kedekatan kita,
sampai ingin memisahkan kita dengan berbagai cara..
Tohhh hasilnya kita masih tetap sama kan masih tetap dekat dan selalu bersama.
Kenapa? Kok bisa sih?
Karena kita tak menghiraukan perkataan orang lain yang menilai tentang kita.

Inilah kehidupan kita bukan kehidupan orang lain...
Kita yang tahu mana yang terbaik maupun tidak,
orang lain hanya tahu nama kita tidak dengan sifat dan tingkah laku kita...

Ahhh?? KITA?
Iya kita, Aku dan Kamu

Mengenangmu

Mengenangmu, itu menyakitkan. Bukan hal yang mudah bagiku... Saat aku dan kamu masih bersama, Kamu selalu membuatku merasa nyaman dan bah...